Mistisisme Jalan Menuju Keharmonisan Umat Beragama (3)

This_Feeling__by_Blutr0t

Tanpa Cinta Semuanya Tak Bernilai

Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup. Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti. Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.

Burung-burung Kesadaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari. Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi. Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.

Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan. Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira bagaikan sekumpulan kebahagiaan. Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ? Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”

Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati adalah melalui Kerendahan Hati. Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan : “Bukankah Aku ini Rabbmu ?” (Rumi).

Untuk bisa memandang umat dari agama-agama lain sebagai tetangga, teman, bahkan saudara, setidaknya diperlukan dua hal.

Pertama, kita harus memandang para pemeluk agama lain sebagai manusia yang juga menghadapi persoalan yang sama seperti kita: kita dihadapkan pada persoalan krisis nilai, proses dehumanisasi, ketidakpastian masa depan, konflik, bencana alam, dan tantangan lain yang bisa dihadapi bersama dengan landasan kesadaran kemanusiaan dan semangat persaudaraan.

Kedua, kita harus menyingkirkan dari pikiran kita seluruh prasangka yang membuat pikiran kita tidak peka dan tidak siap menerima wawasan-wawasan baru yang lebih segar dan berbeda dengan wawasan lama kita. Jika kita mengesampingkan pikiran-pikiran kita yang telah terbentuk sebelumnya mengenai agama-agama lain, dan memandang agama-agama lain sebagai jalan dan upaya manusia yang bergulat untuk mencari sesuatu yang akan memberi pertolongan serta makna bagi kehidupan mereka dan juga kita, kemudian berusaha sendiri tanpa prasangka untuk melihat apa yang mereka lihat, maka tabir yang memisahkan kita dari mereka, akan menjadi kabut tipis yang suatu saat mungkin bisa hilang sama sekali.

Dalam konteks ini, peran mistisisme sebagai sarana untuk menyatukan umat manusia yang berbeda agama menjadi amat penting karena suara batin semua kitab suci dan aspek esoteris semua agama adalah satu dan sama karena berasal dari sumber yang satu dan sama, yaitu Tuhan, dengan pesan yang satu dan sama pula, yaitu realisasi kebenaran, keadilan, dan kesatuan umat manusia.

Dalam kesatuanlah terletak kebahagiaan dan pencerahan manusia dan petunjuk baginya dalam kehidupan. Kesatuan dan cinta akan melahirkan harmoni: harmoni seseorang dengan Tuhan, dengan dirinya, dan dengan segala sesuatu. Tidak adanya kesatuan dan kebencian akan melahirkan disharmoni: disharmoni seseorang dengan Tuhan, dengan dirinya, dan dengan segala sesuatu.

Mistisisme memang adalah pencinta, jalan cinta atau mahabbah menuju keagungan Tuhan, aktiviti mistisisme membawa pada keuniversalan manusia, alam semesta dan Tuhan. Tanpa cinta agama hanya menjadi kanal pembenaran diri sendiri dan kelompok, cinta itu bukan kebenaran dalam manisfestasi kemanusiaan tetapi keadilan dan kejujuran karena cinta adalah manisfestasi kebenaran tuhan.

Semua agama percaya kalau Tuhan itu cuma dan hanya satu, Tuhan Islam percaya adalah pencipta semua keberadaan, demikian pula Tuhan Kristen, Hindu, Budha, dan katolik. lalu siapakah sebenarnya Tuhan yang kita maksud, yang kita sebut dalam nama yang berbeda, yang kita puji dalam ritual yang berbeda, jawabnya ada di dalam batin kita masing-masing ? wallahualam.

Empat orang diberi sekeping uang.

Pertama adalah orang Persia, ia berkata, “Aku akan membeli anggur.”

Kedua adalah orang Arab, ia berkata, “Tidak, karena aku ingin inab.”

Ketiga adalah orang Turki, ia berkata, “Aku tidak ingin inab, aku ingin uzum.”

Keempat adalah orang Yunani, ia berkata, “Aku ingin stafil.”

Karena mereka tidak tahu arti nama-nama tersebut, mereka mulai bertengkar. Mereka memang sudah mendapat informasi, tetapi tanpa pengetahuan.

Orang bijak yang memperhatikan mereka berkata, “Aku tidak dapat memenuhi semua keinginan kalian, hanya dengan sekeping uang yang sama. Jika kalian jujur percayalah kepadaku, sekeping uang kalian akan menjadi empat; dan keempatnya akan menjadi satu.”

Mereka pun tahu bahwa sebenarnya keempatnya dalam bahasa masing-masing, menginginkan benda yang sama, buah anggur. (Mastnawi; Rumi).

salam dialog

2 Komentar

  1. ……bagaimanapun, Tuhan telah menciptakan, memelihara,melindungi dengan kasih sayangNya seluruh makhluknya, termasuk yang taat, bahkan yang kufur selalipun dalam kehidupan dunia ini, cuma ada yang diberi sanjungan dan ada yang diberi peringatan………Allaahu a’lam….

  2. Jalan Mistis yang kujejaki :

    1. Aku mencintaimu.
    2. Maafkan saya
    3. Saya menyesal dan
    4. Terima kasih.

    Empat kalimat di atas, sangat mistis. Walaupun terucap dalam hati, tetapi kemampuan untuk mengucap, sebenarnya sudah menyebarkan kesejukan untuk setiap mahluk hidup siapapun dia.
    Aku mencintaimu, adalah suatu niat suci untuk merangkul alam semesta. Maafkan saya, suatu permulaan yang baik tentang pernyataan diri bahwa kita bukanlah yang sempurna. Saya menyesal, adalah kesadaran diri untuk mengakui segala kelemahan dan niatan untuk membangun lagi hal-hal yang baik. Sedangkan terima kasih adalah suatu ungkapan syukur atas segala sesuatu yang sudah kita terima dari alam semesta.

    Bagaimana mengungkapkan empat kalimat di atas, itu hanyalah cara. Di Hawaii disebut hooponopono, di india disebut namestay, di belahan eropa disebut i love you; Dan dimanapun serta apapun sebutannya, HIDUP ADALAH CINTA dan cinta itu, Universal.


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.