Subayu

    Barangsiapa mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya. Konon itu kata-kata Baginda Rasulullah SAW. Tetapi seberapa susahnya sebenarnya mengenal diri itu ?

    Missed_Connection_by_moosekleenex

    Sebegitu pentingnya kah hal itu sehingga bisa mengantarkan seseorang pada suatu pengenalan yang sungguh agung, sesuatu yang dicita-citakan oleh siapa saja yang percaya, pengenalan akan Tuhan ?
    Bukankah yang disebut “saya” ini ya saya, ya yang ini ? Tidakkah kita semua tahu dan kenal diri kita sendiri?

    * * *

    Dalam keadaan sakratul maut, seseorang tiba-tiba merasa berada di depan sebuah gerbang. “Tok, tok, tok,” pintu diketuk. “Siapa di situ?” ada suara dari dalam. Lalu kuseru saja, “Saya, Tuan.”

    “Siapa kamu?”
    Subayu, Tuan.

    “Apakah itu namamu?”
    Benar, Tuan.

    “Aku tidak bertanya namamu. Aku bertanya siapa kamu.”
    Ehm, saya seorang pemimpin, Tuan (dengan wajah yang mulai plonga-plongo)

    “Aku tidak bertanya kamu siapa. Aku bertanya siapa kamu.”
    Saya seorang presiden, Tuan.

    “Aku tidak menanyakan pekerjaanmu. Aku bertanya: siapa kamu?”
    Sambil masih plonga-plongo karena nggak tahu mau menjawab apa, akhirnya ditemukanlah jawaban yang rada agamis sedikit:

    Saya seorang Muslim, pengikut Rasulullah SAW.

    “Aku tidak menanyakan agamamu. Aku bertanya siapa kamu.”
    Saya ini manusia, Tuan. Saya setiap Jumat pergi jumatan ke masjid dan saya pernah kasih sedekah. Setiap lebaran, saya juga puasa dan bayar zakat.

    “Aku tidak menanyakan jenismu, atau perbuatanmu. Aku bertanya siapa kamu.”
    Akhirnya orang ini pergi melengos keluar, dengan wajah yang masih plonga-plongo. Dia gagal di pintu pertama, terjegal justru oleh sebuah pertanyaan yang sungguh sederhana: siapa dirinya yang sebenarnya.

    * * *

    Nggak mudah, tho? Coba pikir, kita nggak paham siapa kita, maka kita punya tradisi besar mengasosiasikan sesuatu terhadap diri kita: nama, profesi, titel, jenis kelamin, warna kulit dan rambut, foto wajah (seperti yang di KTP, our identification!). Kita melabeli diri kita dengan sesuatu itu, kita pun nyaman dengan label itu, lalu merasa bahwa label itulah diri kita.

    Think again: apakah aku = tubuhku?

    Semoga Subayu mengenal dirinya ?
    Akhirnya mengenal Tuhannya sehingga mengenal nestapa bangsanya

    atau mungkin kita adalah Subayu itu sendiri ? wallahualam.

    salam dialog

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.